0 menit baca 0 %

SETIAP JUM’AT KLIWON, SUKARMI (PAI NON PNS) PEMBACAAN MAULID AL-BARZANJI & GELAR GEWABU BERSAMA KELOMPOK BINAAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.Setiap Penyuluh Ag...

Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.
Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki kelompok binaan minimal 2 (dua) kelompok, dan melakukan bimbingan/penyuluhan secara berkala/kontinyu.
Jum’at 21 Oktober 2022,  Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Kuala Cenaku atas nama Sukarmi pimpin pengajian & pembacaan maulid Al-Barzanji bersama kelompok binaan di Masjid Muhadhirin, Desa Sukajadi, Kecamatan Kuala Cenaku.
Diawali dengan pembacaan shalawat, dilanjutkan dengan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji dari mulai Aljannatu sampai Wakaana kemudian dilanjutkan dengan doa penutup. Pada pertengahan pembacaan maulid al-Barzanji tersebut, ada saat kita diwajibkan untuk berdiri yang biasa disebut dengan Mahallul Qiyam. Dalam Mahallul Qiyam ini pembacaan sholawat-sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dikumandangkan dengan khusyuk dan penuh khidmah. Setelah Mahallul Qiyam dilanjutkan dengan membaca Wabaroza Shallallahu. Doa penutup biasanya dibacakan oleh anggota Maulid Barzanji yang berumur paling tua. Setelah itu biasanya tuan rumah (shohibul bait) akan mengeluarkan aneka macam makanan untuk disuguhkan. Ini menunjukkan bahwa acara pembacaan kitab maulid Al-Barzanji telah usai.
Pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji yang biasa disebut dengan istilah “Marhabanan” atau “Barzanjinan” merupakan tradisi yang sangat lekat dengan kehidupan warga NU (Nahdlatul Ulama’) di berbagai penjuru negeri. Tradisi ini merupakan tradisi yang baik, karena dengan dilaksanakannya acara Barzanjinan ini, akan semakin menumbuhkan rasa cinta atau Mahabbah kita kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Barzanjinan dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi karena didalamnya terdapat banyak sholawat kepada Nabi MuhammadSAW dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji dilaksanakan setiap hari Jum’at Kliwon sekaligus melaksanakan Gerakan Wakaf Seribu (Gewabu) Program Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kab. Inhu, demikian disampaikan Sukarmi.(tulang)