Kampar_* Tepat hari Senin, 28 November 2022 pukul 11.00 wib peserta didik Madrasah Aliyah Al- Muhajirin Kecamatan Pinggir sampai dan melaksanakan pembelajaran di luar ruang kelas dengan mengunjungi secara langsung beberapa tempat di wilayah XIII Koto Kampar - Riau. Tempat-tempat yang dituju adalah tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya otentik di Riau, terutama di wilayah Tepian sungai Kampar. Di antara tempat tersebut adalah: Pelataran Candi Muara Takus, Sumur sejarah Muara Takus, Tepian Pelabuhan Muara Takus, Tepian Mahligai, Danau Rusa, dan keliling sekitaran kota Bangkinang.
Studi karya dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu ini adalah outing class yang nantinya akan dijadikan agenda rutin setiap tahun, pelaksanaan studi karya ini bertujuan agar peserta didik lebih mengenal sejarah dan budaya yang ada di wilayah sekitar, dalam hal ini wilayah provinsi Riau.
Sebagai contoh, dengan mengunjungi Candi Muara Takus peserta didik akan mengetahui sejarah ditemukannya peradaban dan peninggalan berharga yang dimiliki oleh kempar terkait penyebaran dan peribadatan Hindu-Budha. Hal itu dapat diketahui oleh peserta didik dengan mendengarkan penjelasan dan keterangan yang di sampaikan oleh tim pemandu wisata yang disampaikan oleh Bapak Zulkifli, dibawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (KEMENPAREKRAF) yang menyampaikan secara detail mulai ditemukannya hingga sampai sekarang ini tentang perkembangan candi Muara Takus itu.
Selain itu, peserta didik dibawah pimpinan Bapak Wedariyan Saputra, S.Pd.MM selaku Kepala Madrasah Aliyah Al-Muhajirin dan sesuai instruksi yang diberikan oleh guru bidang studi Sejarah Ibu Imay Sahara dan Bapak Ariadi sebagai wali kelasnya, secara komprehensif memperoleh informasi tentang benda-benda bersejarah (candi Muara Takus) tersebut dengan cara mewawancarai para petugas yang lainnya disana.
Proses wawancara dilaksanakan secara berkelompok agar petugas tidak perlu mengulang apa yang disampaikan, dan petugas juga memberikan fhoto ekslusif candi Muara Takus pertama kali ditemukan kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Kecamatan Pinggir itu, selain itu petugas juga menyampaikanada berita baru terkait ditemukannya bangunan kamar/rumah 1000 biksu yang tertanam sedalam 2 meter disekitaran tepian sungai Kampar ini yang ditemukan oleh arkeolog dari Medan Ery Suwondo, S.S,.M.Hum dkk yang ditemukan pada 2019 silam.
Selepas rangkaian kunjungan selesai dilaksanakan, peserta didik harus mengumpulkan laporan hasil kunjungan tersebut, dan disusun dalam bentuk makalah yang juga nanti akan dipersentasikan didepan seluruh majelis guru Sehingga pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan selama studi karya tersebut dapat terdokumentasikan dan dapat dibaca dan didengarkan oleh orang lain.
Dengan adanya kegiatan outing class berupa studi karya tersebut, para pendamping berharap para peserta didik mendapatkan pengalaman berharga dari sejarah dan budaya di wilayah provinsi Riau dan khususnya pada candi Muara Takus itu, Sehingga para peserta didik dapat lebih menghargai dan terinspirasi dari kearifan lokal yang ada.