0 menit baca 0 %

SISWA KELAS XII MA NURUL ISLAM JALANI SKRINING KESEHATAN JIWA OLEH UPTD PUSKESMAS PANGKALAN KASAI DENGAN MENGISI KUISIONER SDQ

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Terdapat tiga fungsi pokok Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat), yakni: sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya; membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat; dan memberikan pelayanan kesehata...

Indragiri Hulu, (Inmas). Terdapat tiga fungsi pokok Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat), yakni: sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya; membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat; dan memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Permasalahan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Puskesmas maupun Dinas Kesehatan semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama dengan lintas sektoral untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Kesehatan jiwa anak dan remaja usia sekolah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan mereka di masa depan sebagai generasi penerus bangsa.

Anak dan remaja usia sekolah menghabiskan hampir sebagian besar waktu mereka di sekolah/madrasah. Hal ini menempatkan sekolah/madrasah menjadi tempat yang penting untuk melakukan deteksi dan intervensi dini persoalan atau kesulitan emosi dan perilaku yang mungkin mereka hadapi. 

Berasarkan surat Kepala UPTD Puskesmas Pangkalan Kasai Nomor: 443/PKM.P.Kasai/484, Tanggal: 10 Oktober 2023, maka pada hari Jum’at 20 Oktober 2023, Tim Program Kesehatan Jiwa (Keswa) UPTD. Puskesmas Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida melaksanakan Skrining Masalah Kesehatan Jiwa Di Sekolah terhadap siswa kelas XII MA Swasta Nurul Islam, alamat Desa Seresam, Kecamatan Seberida. Skrining kesehatan dengan mengisi kuisioner SDQ/Strengths and Difficulties Questionnaire dengan menggunakan gadget/smartphone.

Pelayanan Kesehatan Jiwa di sekolah adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), tatalaksana (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap peserta didik, meliputi :

Peningkatan kesehatan jiwa (promotif) dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan masalah emosi, perilaku dan latihan keterampilan; Pencegahan (preventif) dilaksankan melalui deteksi dini kepada seluruh peserta didik dengan menggunakan kuesioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire); dan Tatalaksana (kuratif) dan pemulihan dilakukan melalui : Intervensi dini berupa psikoedukasi dan konseling oleh guru dan teman sebaya, pembinaan dan konseling kepada keluarga agar ikut berperan aktif dalam memberikan bimbingan, meningkatkan kemampuan anak didik serta meningkatkan kesehatan jiwanya. Bila permasalahan tidak dapat ditangani disekolah dapat dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit dengan membawa buku rujukan khusus.(tulang)