.
Pekanbaru
(inmas), Pada acara takziah yang berlangsung di rumah Hj. Kasmiati, A.Md atas
meninggalnya almarhumah ibunda tercinta Hj. Syamsiar beberapa hari yang lalu. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah
(Kasi PHU) Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Suhardi Hasan Hs, S.Ag,
MA menyampaikan tausiah. Rabu (08/07/2020).
Dalam tausiah
Suhardi mempertanyakan kepada pentakziah. Apa itu masa depan ? Masa depan itu “Hari
Ini”. Bukan setelah kematian. Oleh sebab itu perbaiki kondisi kita. Ujarnya.
Potensi yang
diberikan Allah, berupa penglihatan, pendengaran dan hati harus kita gunakan
sengan sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan dari sang pencipta, Allah SWT. Dalam
hadits tentang Ihsan, Nabi Muhammad SAW mengatakan Ihsan adalah Engkau menyembah
Allah seolah-olah engkau melihatNya, Jika engkau tidak melihatNya, pasti ia akan melihat engkau. Lanjut Suhardi.
Beliau juga menceritakan, jawaban murid dari Imam Al-Ghazali tetang Siapa yang paling dekat denganmu ? yaitu ibu dan ayah. Imam Ghozali tidak menyalahkan jawaban muridnya, namun ada yang paling dekat menurut beliau adalah kematian. Karena Kematian bisa menjemput kita kapan dan dimana saja. Tutur Suhardi.
Sementara itu Ka. Kankemenag Kota Pekanbaru, Dr. H. Edwar S. Umar, M.Ag menambahkan defenisi Masa depan adalah Kondisi hari ini ditambah dengan ide-ide berlian dan aksi nyata. Ujarnya. (Idris/ Bustamar).