Bantan (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam KUA Bantan Syafriadi
S.Pd.I., M.Pd.menjadi narasumber kedua saat kegiatan Bimwin Pranikah angkatan
XI Rabu, (29/10/2025) bertempat di Aula KUA Kecamatan Bantan, Jalan Antara,
Desa Selatbaru
Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah Angkatan XI ini diikuti
oleh 15 pasang calon pengantin (catin) yang berasal dari desa yang berada di
Kecamatan Bantan.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB, dan dibuka secara
resmi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan, Muhammad Khairul Fikri,
M.Pd. Dalam sambutannya Muhammad Khairul Fikri menekankan pentingnya kesiapan
mental, spiritual, dan sosial bagi pasangan yang akan membangun rumah tangga.
Penghulu KUA Kecamatan Bantan, Faisal Amin, S.Sos., memimpin
doa pembukaan bermohon agar Bimwin berjalan dengan khidmat dan lancar.
Pada sesi kedua tepatnya pada pukul 10.00 WIB, Syafriadi,
S.Pd.I., M.Pd. tampil sebagai pemateri dengan tema “Keluarga Sakinah:
Memelihara Cinta dan Iman di Usia Pernikahan yang Matang.”
Dalam pemaparannya, Syafriadi menjelaskan bahwa keluarga
sakinah bukan hanya sekadar ikatan sosial, melainkan tanda kebesaran Allah
sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Rum ayat 21 artinya : “Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari
jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di
antaramu rasa kasih dan sayang.”
Beliau menegaskan bahwa ketenangan (sakinah), cinta
(mawaddah), dan kasih sayang (rahmah) harus terus dijaga melalui komunikasi
yang baik, ibadah bersama, serta tanggung jawab bersama antara suami dan istri.
“Menikah lama bukan berarti iman pasti kuat. Justru di
sanalah ujian datang. Keluarga yang sakinah harus mampu menjaga cinta dan
ibadah agar tetap hangat hingga usia senja,” ujar Syafriadi dalam
penjelasannya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan ekonomi
keluarga, pendidikan anak, serta kesabaran dalam menghadapi konflik rumah
tangga agar keluarga tetap harmonis dan berorientasi pada ridha Allah SWT.
Kegiatan berjalan lancar dan interaktif, ditutup dengan
tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para catin tampak antusias
mendengarkan dan mencatat poin-poin penting seputar kehidupan rumah tangga
islami.