0 menit baca 0 %

TABLIG AKBAR BKMT KEC LIRIK, TAUSIYAH DISAMPAIKAN HIJRIADI ASKODRINA, M.Pd.I (PAI NON PNS)

Ringkasan: Indragiri Hulu (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.Sasaran Penyuluh Ag...

Indragiri Hulu (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.
Sasaran Penyuluh Agama Islam adalah masyarakat muslim Indonesia, baik di pedesaaan maupun perkotaan serta semua golongan usia.
Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki minimal dua kelompok binaan dan melakukan bimbingan/penyuluhan secara berkala atau kontinyu. Selain itu, penyuluh agama Islam juga memberikan penyuluhan terhadap yang bukan kelompok binaannya ataupun memberikan pelayanan/peranan di kegiatan keagamaan Islam.
Selasa 06 September 2022, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Rengat Barat Hijriadi Askodrina, M.Pd.I mengisi tausiyah Tablig Akbar BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kecamatan Lirik di Masjid Al-Muslimun, Desa Lambang Sari I, II, III dengan tema “Mengingat Kematian”.
Allah SWT. Berfirman yang artinya : “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran/ 3: 185).
Kematian adalah takdir yang sudah ditetapkan Allah SWT. Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan ajal menjemputnya.
Dengan mengingat kematian seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa hidup bukan sekedar di dunia saja, akan tetapi ada kehidupan di akhirat kelak.
Apakah kita sudah siap ketika kematian datang menjemput? Sudah cukupkah bekal yang kita punya untuk menempuh perjalanan selanjutnya menuju alam akhirat yang kekal dan abadi? Sudah pantaskah kita untuk bertemu Rabb kita? Sudah layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga-nya Allah SWT ?
Tujuan akhir hidup kita adalah bagaimana kita bisa selamat setelah kita mati, demikian penutup tausiyah yang disampaikan Hijriadi Askodrina.(tulang)