0 menit baca 0 %

Tahniah, Dumai Selatan Kembali Mempertahankan Gelarnya

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke- XVII Tingkat Kota Dumai Tahun 2020 yang diselenggarakan di Kota Dumai, resmi ditutup, di Astaka Utama Masjid Taqwa, Jalan Jenderal Sudirman Dumai, Rabu (02/09/2020) malam.Walikota Dumai dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah Kota Dumai H.

Dumai (Inmas) - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke- XVII Tingkat Kota Dumai Tahun 2020 yang diselenggarakan di Kota Dumai, resmi ditutup, di Astaka Utama Masjid Taqwa, Jalan Jenderal Sudirman Dumai, Rabu (02/09/2020) malam.

Walikota Dumai dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah Kota Dumai H. Herdi Salioso didampingi Asisten I Bidang  Pemerintahan dan Kesra H. Hamdan Kamal, Dandim 0320/Dumai Letkol Inf Irdhan, Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan dan Kabag Kesra Pemko Dumai H. Syawir Kasim, menutup helatan tersebut dengan ditandai penyerahan Piala Bergilir Walikota Dumai kepada Camat Dumai Selatan, yang berhasil meraih Juara Umum MTQ. Disusul Juara ke- 2 Dumai Barat dan ke- 3 diraih Dumai Kota.

H. Herdi Salioso atas nama Walikota Dumai mengucapkan selamat kepada para pemenang. “Kepada qori-qori’ah, hafizh-hafizhoh, yang meraih peringkat juara dalam Musabaqah ini saya ucapkan selamat dan semoga prestasi ini bisa dipertahankan di masa mendatang,” ujar Sekda Dumai.

“Saya mengingatkan, baik kepada yang meraih prestasi maupun yang belum bahwa semangat bermusabaqah jangan menggeser niat ikhlas meningkatkan syi’ar al-qur’an dan membudayakannya dalam kehidupan umat Islam,” katanya.

H. Herdi Salioso mengatakan selama seminggu berada dalam even MTQ, para kafilah, peserta, dewan hakim dan juga panitia penyelenggara telah bertugas dengan baik mensukseskan acara besar tersebut dan selalu memperhatikan protokol kesehatan.

“Maka malam ini berakhir sudah dan kita dapat menjaring para juara. Tetapi lantunan kalam ilahi dan semangat untuk membaca serta menghayati, mendalami isi dan mengamalkan ajaran al-qur’an itu dalam kehidupan sehari-hari jangan hanya tumbuh dan layu untuk semusim. Hal ini seharusnya dipandang sebagai kebutuhan bagi setiap muslim,” ujarnya. (Arief)