Kampar (Inmas) – Pada Zaman sekarang ini banyak sekali orang yang pintar, khususnya di Negeri kita ini, tetapi kita sangat sulit menemukan orang yang jujur. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ustadz Jarlisman SThI, dalam tausiyah pagi jum’at (16/06/2023), di Masjid Darul Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Hadir dalam acara tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Dirhamsyah MSy, para Kasi dan Pegawai dilingkungan Kantor Kemenag Kampar.
Jarlisman mengatakan, Jujur adalah suatu kebaikan sedangkan kebohongan atau berdusta (menipu) adalah suatu kejelekan. Yang namanya kebaikan itu pasti akan selalu mendatangkan ketenangan, dan sebaliknya yang Namanya kejelekan itu akan selalu membawa kegelisahan dalam jiwa.
Begitu pula dalam hadits dari Al Hasan bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi).
Sementara hadis Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya kejujuran dan mengingatkan bahaya kebohongan. “Berlakulah jujur, sesunguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan menghantarkan ke surga. Dan, seseorang yang senantiasa berlaku jujur akan tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah dusta. Sesungguhnya dusta akan membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka. Seseorang yang sering berdusta akan tercatat disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR Muslim).
Dari hadis di atas, jelaslah bahwa sumber kebaikan itu adalah kejujuran. “Jujur itu berkah. Kalau orang jujur, hasilnya baik. Tidak ada kebaikan tanpa kejujuran. Tidak ada prestasi yang baik tanpa kejujuran,”. Kejujuran itu memerlukan pembiasaan. “Apa saja yang baik perlu pembiasaan. Begitu pula, kejujuran perlu pembiasaan,”. Oleh karena itu, marai terus kita tanamkan sifat jujur ini agar hidup kita tenang dan berkah, pungkas Ustadz Jarlisman. (Ags/Ftm)