0 menit baca 0 %

Tim Robotik MAN 1 Pekanbaru Ciptakan 3 Produk Pencegahan Covid-19

Ringkasan: Riau (Inmas)- Merebaknya Covid-19 membuat Tim Robotik MAN 1 Pekanbaru tidak berhenti berinovasi. Terbukti untuk memaksimalkan penerapan protokol penanganan Covid-19 di masa pandemi dan new normal saat ini, MAN 1 Pekanbaru berhasil menciptakan kran otomatis, hand dryer dan hand sanitizer.Untuk meliha...

Riau (Inmas)- Merebaknya Covid-19 membuat Tim Robotik MAN 1 Pekanbaru tidak berhenti berinovasi. Terbukti untuk memaksimalkan penerapan protokol penanganan Covid-19 di masa pandemi dan new normal saat ini, MAN 1 Pekanbaru berhasil menciptakan kran otomatis, hand dryer dan hand sanitizer.

Untuk melihat keunggulan produk Tim Robotik MAN 1 Pekanbaru tersebut, Kabid Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni MA, Kepala MAN 1 Pekanbaru Dr H Marzuki M Ag dan segenap civitas madrasah melakukan demonstrasi produk dengan melakukan uji coba secara langsung terhadap penggunaan tiga produk pencegahan covid- 19 di madrasah, Jumat (12/6/2020).

“Alhamdulillah tiga penemuan baru tim robotic MAN 1 Pekanbaru telah kita uji coba hari ini, keunggulannya memang luar biasa. Dengan menggunakan bahan- bahan bekas yang masih layak Tim Robotik MAN 1 yang sudah go Internasional berhasil membuat 3 alat yang melebihi aturan protocol kesehatan pencegahan Covid-19 yang bisa bekerja secara otomatis,” ungkap Asmuni bangga dan berharap inovasi baru terus dapat dikembangkan oleh madrasah dalam rangka membantu pemerintah menangani penyebaran Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Marzuki selaku kepala MAN 1 Pekanbaru sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan tim robotik MAN 1 Pekanbaru. 3 Produk yang sangat simple tapi sangat berperan dalam pencegahan dan mengurangi resiko penularan Covid-19. 

“Kran air, hand dryer serta hand sanitizer dapat bekerja secara otomatis melalui sensor ultrasonic, jadi tanpa bersentuhan alat bisa bekerja secara otomatis. Karena yang kita lihat, sejauh ini di perkantoran dan di tempat- tampat umum masih menggunakan pencuci tangan yang manual, sehingga memungkinkan masih tersentuh tangan satu dengan lainnya. Semoga ini bisa dikembangkan bukan hanya di madrasah, tapi juga di lingkup masyarakat, perkantoran dan lainnya,” harapnya. (mus/ana/eka/faj/anto)