0 menit baca 0 %

Tingkatkan Kompetensi, Guru MI Se-Bungaraya Ikuti In House Training Modul Pintar

Ringkasan: Siak (Inmas) - Penguatan kompetensi dan kapasitas guru dalam menerapkan kurikulum pembelajaran di sekolah merupakan keniscayaan. Menyadari hal tersebut, para guru dari kalangan madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Bungaraya melakukan In House Training Pemantapan Penerapan Kurikulum dan Silabus, yang dip...

Siak (Inmas) - Penguatan kompetensi dan kapasitas guru dalam menerapkan kurikulum pembelajaran di sekolah merupakan keniscayaan. Menyadari hal tersebut, para guru dari kalangan madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Bungaraya melakukan In House Training Pemantapan Penerapan Kurikulum dan Silabus, yang dipusatkan di MI Al Muhajirin Kecamatan Bungaraya, Siak, Sabtu, (19/03/2022).

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan penguatan kapasitas guru mata pelajaran dalam penerapan kurikulum dan silabus serta RPP. Sasaran pelatihan ini adalah kalangan guru mata pelajaran Agama, PJOK, dan guru Bahasa Inggris di Kecamatan Bungaraya. Narasumber dalam pelatihan tersebut terdiri dari fasilitator Program PINTAR Kabupaten Siak, diantaranya Suhelia Yanuarmi, Esin Nurhayati, dan Nur Azizah. Materi yang disajikan dalam pelatihan tersebut meliputi Telaah Kurikulum, dan Merumuskan Indikator serta Tujuan Pembelajaran dengan panduan KD, Kaji Ulang Taksonomi Bloom, Mengidentifikasi Rumusan KS, LK PIT, dan Merancang RPP.

Kepala MI AL Muhajirin Nur Azizah mengharapkan agar peserta yang telah mengikuti sesi pelatihan tersebut mampu merancang kegiatan pembelajaran yang bermakna di kelas. “Mengingat selama ini guru mata pelajaran kurang mendapatkan pelatihan terkait hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu peserta yang mengikuti pelatihan tersebut menyambut baik materi yang disampaikan oleh fasilitator. Guru MI Al Ma’arif, Rasmi, mengungkapkan pelatihan ini menambah kemapuannya dalam merumuskan rancangan pembelajaran. “Banyak hal baru yang diperoleh untuk merancang pembelajaran yang baik melalui telaah kurikulum maupun merancang LK. Selama ini saya hanya melihat buku dalam mengajar di kelas. Belum pernah membuat LK,” Ujarnya.

Senada dengan Rasmi, guru MI AL Muhajirin, Siti Khoiriyah, mengemukanan sebelumnya hanya membuat LK yang isinya hanya soal saja. Belum memperhatikan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui LK. “Dengan memperhatikan taksonomi ternyata membuat indikator pembelajaran menjadi lebih mudah,” ujarnya. (Hd)