Riau (Inmas) - Berbeda agama tidak menghalangi untuk memberika pertolongan. Hal tersebut sebagaimana di lakukan oleh Gereja HKBP Jln. Hangtuah Pekanbaru pada Senin (2/5/22) ketika pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H /2022 M digelar di Mesjid Raya An Nur Provinsi Riau yang berada di depan gereja tersebut.
Pengelola gereja mengizinkan umat muslim untuk memarkirkan kendaraan nya di pekarangan/ halaman gereja hingga selesai pelaksanaan Shalat Id.
Upaya yang dilakukan pengelola Gereja HKBP Pekanbaru tersebut disambut baik oleh Gubernur Riau H Syamsuar. Usai shalat Id, Gubernur mengatakan, bahwa toleransi beragama di Provinsi Riau sudah terbangun sejak dahulu. Bahkan hidup rukun dan damai selalu terjaga di daerah yang dijuluki "Bumi Melayu Lancang Kuning" itu.
“Alhamdulillah suasana kondusif di Provinsi Riau dari dahulu selalu terjaga. Kemajemukan suku dan agama menjadikan Riau lebih indah dan berwarna, suasana kondusif seperti ini juga yang diinginkan oleh para calon investor"
Lebih lanjut, Gubernur Riau berharap umat beragama di Provinsi Riau untuk dapat hidup rukun, dengan suasana rukun seperti ini bisa terus memupuk rasa persaudaraan.
“Tadi sangat indah, ketika umat muslim melaksakan Ibadah shalat Id di Masjid Raya Annur. Umat Kristiani menyediakan tempat parkir di halaman Gerejanya. Ini merupakan simbol bahwasanya kehidupan toleransi antar agama di Riau sangat rukun satu antar lainnya”
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA mengapresiasi toleransi beragama yang dilakukan pengelola HKBP Pekanbaru tersebut dengan menyediakan tempat parkir bagi umat muslim yang melaksanakan Shalat Id.
"saya memberikan aperseiasi cukup tinggi terhadap pengelola gereja HKBP Pekanbaru karena dapat meringankan beban umat muslim yang melaksanakan shalat Id di Mesjid Raya An Nur dengan memgizinkan halamannya di gunakan untuk parkir, ini merupakan salah satu wujud toleransi antar umat beragana di Provinsi Riau yang perlu di jaga dan di contoh oleh umat agama lain. Meski berbeda agama tetapi masih bisa memberi pertolongan kepada yang lain. Hidup rukun menuju kehidupan yang damai".