Riau (humas) - Di era pandemi Corona ini kita pernah mendapatkan SE menteri agama tentang pemberhentian kegiatan umat beribadah di tempat ibadah. Penutupan itu tentunya sebagai tugas berat penyuluh dan memerlukan pentingnya peran penyuluh berdampingan dengan covid-19 sehingga lahirlah era New Normal ini.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr Mahyudin MA saat membuka kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non PNS, Jumat (26/06).
Dalam kesempatan itu melalui aplikasi clouds virtual meeting, kepada para penyuluh Agama Kristen Non PNS, Kakanwil memberi arahan terkait new normal yang tengah trending dalam aktivitas masyarakat saat ini.
Meskipun Kegiatan ini berlangsung di hotel Drego. Dari ruang kerjanya secara online, Mahyudin mengimbau agar pemahaman terkait new normal sebagai tatanan baru dalam segala aktivitas kehidupan selama masa pandemi covid 19, tidak menimbulkan salah persepsi.
"New normal bukan tidak mungkin menimbulkan kesalahan pemahaman. Fase new normal masih belum sepenuhnya dipahami oleh kalangan masyarakat biasa. Menjadi berbahaya jika tatanan new normal dimengerti sebagai berlangsungnya aktivitas seperti biasa sebagaimana sebelum wabah ini muncul’, terangnya.
New Normal, sebagaimana telah dijalankan saat ini masih menggunakan protap kesehatan sebagai acuannya. New normal adalah tatanan baru, kenormalan baru dalam realitas kehidupan masyarakat selama krisis oleh karena pandemi Covid-19’, jelasnya.
Lebih lanjut Mahyudin mengungkapkan bahwa new normal justru lebih ‘tegas’ pemberlakuan protokoler kesehatannya.
Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan Pembimas Kristen, panitia penyelenggara pembinaan penyuluh agama yang ditugaskan ini ditekankan untuk melaksanakan protokol kesehatan.
Kakanwil kemenag Riau mengajak penyuluh agama yang telah diseleksi dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Segala aktivitas dibatasi dalam berbagai aspeknya. Batasan-batasan yang diakomodir oleh pemerintah ini, terkait aktivitas dan mekanisme keberlangsungan kegiatan masyarakat , oleh karenanya mesti dipatuhi’, tegas mantan Kabid Penmad ini.
Tugas penyuluh agama Kristen Non PNS mesti menyampaikan secara benar dan tepat kepada umat yang dilayani’, tambah Mahyudin.
Artinya era pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat di saat dibukanya kembali rumah ibadah berdasarkan SE menteri agama sehingga ibadah menjadi boleh dilaksanakan. Maka peran penyuluh dinantikan umat dalam pelaksanaan ibadah menggunakan protokol kesehatan, sambung Mahyudin.
Protokol kesehatan sudah terlihat dalam kegiatan ini dengan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan mengukur suhu tubuh.
Baru baru ini pihaknya bersama Pembimas kristen dan pimpinan gereja Indonesia Provinsi Riau mengaku telah melakukan audiens kepada Gubsu, arahan dan harapannya juga demikian.
"Maka kami akan meninjau salah satu gereja di Pekanbaru, apakah sudah melaksanakan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah. Jangan sampai ada gereja yang tidak melaksanakan protokol kesehatan," tegasnya.
Maka diharapkan kepatuhan masyarakat untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19 ini, lanjutnya.
"Hal ini tentu tergantung kedisiplinan masyarakat. Apalagi sebelumnya sudah stabil namun terakhir dokejutkan dengan kasus 3 hari berturut2 mulai 24, 27 dan 24 kasus kemudian pada kamis sudah 3 kasus lagi", imbuhnya.
"Berdasarkan rapat rapat yang saya ikuti, dengan tenaga kesehatan gugus tugas covid-19, analisis mereka bila menggunakan masker maka kita telah menghambat penyebaran covid-19 sekitar 70%, sedangkan mencuci tangan sama dengan menghindari penularan 75%, dan menjaga jarak 70 %," terang Kakanwil.
Yang dikhawatirkan di dekat kita orang tanpa gejala, yang mungkin saja imunnya lebih kuat dari kita.
Misalnya kasus terbaru cluster BRI harus tutup 3 hari dan seluruh pegawainya harus dilakukan rapid test. Begitu pula kantor Kecamatan Tenayan Raya juga ditutup, puskesmas Rumbai.
"Jangan sampai cluster-cluster seperti itu terjadi di rumah ibadah kita," pintanya.
Maka protokol yang ketat perlu dipersiapkan oleh penyuluh dengan persuasif kepada umat.
" Saya yakin seluruh agama pasti mengajarkan kedisiplinan kepada umatnya agar kita bisa hidup normal tanpa new normal," sebutnya.
Terkait pemberlakuan Ibadah di saat new normal, pria berdarah Bangkinang ini menjelaskan agar tetap berpedoman pada surat edaran yang dikeluarkan oleh Menag RI nomor 15 Tahun 2020.
Sebagai informasi tercatat, ada 46 penyuluh yang hadir pada kegiatan pembinaan tersebut. Hadir pula sebagai pemateri Kepala Kemenag kota Pekanbaru, Pembimas Kristen, dan sejumlah staf dilingkup Pembimas Kristen.(vera)