0 menit baca 0 %

UPAYA PREVENTIF, UPTD PUSKESMAS SEI LALA SKRINING KESEHATAN JIWA SANTRI MTs & MA PONPES ASY-SYAAKIRIIN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat...

Indragiri Hulu, (Inmas). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran Keluarga, Kelompok dan Masyarakat.
Berdasarkan surat Kepala UPTD Puskesmas Sei Lala, nomor: 441/PKM-SL/220, tanggal: 14 Februari 2023, hal: Surat Pemberitahuan, maka Tim Puskesmas Sei Lala pada hari Rabu 22 Februari 2023 melaksanakan Skrining Kesehatan Jiwa  terhadap Santri MTs dan MA Ponpes Asy-Syaakiriin Sungai Lala.
Pencegahan (preventif) melalui deteksi dini dengan menggunakan kuesioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire), pemeriksaan Hb bagi remaja putri serta pemberian Tablet Tambah Darah (Fe).
Remaja putri mudah terkena anemia yang ditandai dengan tubuh mudah lemas ataupun mudah pingsan, karena mengalami menstruasi. Untuk itu tablet penambah darah dibutuhkan untuk mengatasi anemia, ujar salah seorang Tim Kesehatan UPTD. Puskesmas Sei Lala.
Jika seorang remaja putri menderita anemia dan kemudian hamil maka akan berpotensi melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebakan karena kurangnya supply oksigen dan makanan ke janin selama masa kehamilan.
Usia remaja merupakan usia pancaroba dalam siklus hidup manusia. Perkembangan fisik yang pesat kadang-kadang tidak disertai dengan perkembagan jiwa dan spiritual yang matang, sehingga tidak jarang remaja akhirnya mengalami ketidakseimbangan dalam kejiwaanya. Kondisi yang tidak seimbang dalam kejiwaan ini apabila berlanjut dan tidak segera mendapatkan penanganan akan berakibat buruk bagi perkembangan selanjutnya baik dalam pengendalian emosi maupun dalam berperilaku.
Kesehatan jiwa anak dan remaja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan anak dan remaja di sekolah, serta penentu masa depan bangsa dan negara, tambah tim kesehatan tersebut.(tulang)