0 menit baca 0 %

Wujudkan 4 Harapan Ini, 46 Penyuluh Agama Kristen Non PNS Diminta Visioner

Ringkasan: Riau (humas)- Demi menunjang kemantapan pelaksanaan tugas dan fungsi seorang penyuluh. Maka Kanwil Kemenag Riau melalui Bimas Kristen melakukan Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non PNS di Kota Pekanbaru, Jumat (26/06).Kegiatan yang diikuti oleh 46 penyuluh Agama Kristen Non PNS ini dipusatk...

Riau (humas)- Demi menunjang kemantapan pelaksanaan tugas dan fungsi seorang penyuluh. Maka Kanwil Kemenag Riau melalui Bimas Kristen melakukan Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non PNS di Kota Pekanbaru, Jumat (26/06).

Kegiatan yang diikuti oleh 46 penyuluh Agama Kristen Non PNS ini dipusatkan di Hotel Drego. Selaku Pembimas Kristen Sahat Sitombing menilai perlu mengadakan pembinaan tersebut. Tak lain sebagai wujud pendampingan dan motivasi agar penyuluh Agama Kristen (PAK) semakin mampu dan cakap dalam mengemban tugas dan fungsinya di segala bidang kearah kemajuan, ditengah wabah pandemi.

Sedikitnya ada 4 harapan yang bisa terwujud melalui pembinaan ini. Pertama, Menambah wawasan dan penyegaran mental keagamaan para penyuluh. Kedua, meningkatkan ikatan persaudaraan PAK Non PNS di Riau.

Ketiga, meningkatkan pelayanan agama dengan semangat kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara. Keempat, para penyuluh dapat menyusun laporan dengan baik, sebagai bukti otentik pelaksanaan kegiatan kelompok sasaran.

Dimana sasaran disini terlaksananya kerjasama dan koordinasi Bimas Kristen dengan penyuluh. Selain itu juga kelompok sasaran bisa hidup rukun, cerdas, sejahtera lahir batin dengan bimbingan yang diberikan para penyuluh. 

Menurut Sahat penyuluh sebagai garda terdepan ditengah masyarakat tidak hanya perlu membekali diri dengan wawasan. Namun juga mampu dan tangguh mengemban tugas dan fungsinya dalam menyikapi perkembangan informasi di era globalisasi. Pun dalam menangkal pah radikal yang berkembang belakangan ini.

"Terlebih pada masa pandemi ini, peran penyuluh dituntut aktif memberikan pencerahan kepada umatnya khusus dalam pelaksanaan ibadah di gereja masa tatanan new normal," tukasnya.(vera)