0 menit baca 0 %

YPAIR MTs & MA MADINATUN NAJAH RENGAT GELAR PERINGATAN MAULID NABI, CERAMAH AGAMA DISAMPAIKAN PENGHULU MADYA SAID MASNUR, MA

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Peringatan Maulid Nabi adalah salah satu hari penting bagi umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.Dikutip dari buku 'Pro dan Kontra Maulid Nabi' karya AM Waskito, sejarah peringatan Maulid Nabi sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.

Indragiri Hulu, (Inmas). Peringatan Maulid Nabi adalah salah satu hari penting bagi umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari buku 'Pro dan Kontra Maulid Nabi' karya AM Waskito, sejarah peringatan Maulid Nabi sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.
Berikut ini tiga teori asal usul perayaan Maulid Nabi, yakni:
Perayaan Maulid diadakan oleh kalangan Dinasti Ubaid (Fathimi) di Mesir yang beraliran Syiah Ismailiyah (Rafidhah) pada tahun 362-567 hijriah. Perayaan Maulid Nabi dilakukan sebagai salah satu perayaan saja.
Maulid Nabi berasal dari kalangan ahlus sunnah oleh Gubernur Irbil di wilayah Irak, Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri. Dikisahkan, peringatan Maulid Nabi dirayakan dengan mengundang para ulama, ahli tasawuf, ahli ilmu, dan seluruh rakyatnya, serta memberikan hidangan, hadiah, hingga sedekah kepada fakir-miskin.
Peringatan Maulid Nabi diadakan pertama kali oleh Sultan Shalahuddin Al Ayyubi atau Muhammad Al Fatih dengan tujuan untuk meningkatkan semangat jihad kaum Muslimin, dalam rangka menghadapi Perang salib melawan kaum Salibis dari Eropa dan merebut Yarusalem.
Sementara itu, sejarah peringatan Maulid Nabi di Indonesia sendiri mulai berkembang di masa Wali Songo atau sekitar tahun 1404 masehi. Peringatan Maulid Nabi dilakukan demi menarik hati masyarakat memeluk agama Islam.
Maulid Nabi juga dikenal dengan nama perayaan Syahadatin. Selain itu, perayaan Maulid Nabi juga dikenal dengan Gerebeg Mulud karena tradisi masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan cara menggelar upacara nasi gunungan.
Menurut buku '37 Masalah Populer: Untuk Ukhuwah Islamiyah' karya H Abdul Somad, makna peringatan Maulid Nabi adalah mengingatkan manusia tentang risalah dan sirah dari Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, umat Islam akan memahami bahwa satu-satunya tauladan adalah Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022, Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2022 jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022, tepatnya hari Sabtu. Dan pada tanggal 8 Oktober 2022 adalah tanggal merah hari libur peringatan Maulid Nabi 2022.
Jum’at 7 Oktober 2022, Yayasan Pendidikan Agama Islam Rengat (YPAIR) MTs dan MA Madinatun Najah gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H ceramah agama disampaikan Penghulu Madya pada KUA Kecamatan Rengat Said Masnur, MA.(tulang)